Spesial performance dari GODBLESS, Boomerang, Jontrall, Karnatra.
High School Day Out (Band Competiton dan DJ Performance).
Menampilkan Te'yan Tunggal.
para pengunjung Jakarta Fair 2013 LENSAINDONESIA.COM : Musim liburan sekolah ada baiknya berkunjung ke Jakarta Fair Kemayoran 2013. Disana bisa rekreasi dan jalan-jalan untung sambil menikmati aneka wahana hiburan menarik. Sementara itu, Jakarta Fair juga memberikan keuntungan berlipat bagi pengunjung dengan menikmati berbagai hiburan, seperti menikmati konser musik dan pertunjukan lain secara gratis, dengan membeli stu tiket dan tiket masuk juga dapat ditukar dengan aneka diskon produk sponsor Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo, di Jakarta Fair mengatakan pengunjung cukup membayar satu kali tiket masuk, dan akan mendapatkan keuntungan berlipat-lipat karena selain dapat menonton konser musik dan pertunjukan lain secara gratis, tiket masuk dapat ditukar dengan aneka diskon produk sponsor.Masyarakat juga bisa menikmati pameran lainnya. “Cukup dengan satu tiket masuk, pengunjung sudah mendapatkan semuanya. Bahkan tiket masuk dapat ditukar dengan berbagai diskon menarik,” ungkapnya Ralph kepada LICOM di Arena PRJ Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/6/13). Bahkan masyarakat dapat mengunjungi aneka pameran produk yang dijual dengan harga promosi yang berada di stand pameran di Jakarta fair ini.di Jakarta Fair terdapat aneka hiburan bagi seluruh keluarga seperti rumah hantu, rumah hantu anak, wisata danau buatan, aneka permainan anak, trampolin raksasa, Warner Bross Lantern dan Korean Lantern menampilkan aneka karakter film kartun, dan lain-lain. Masyarakat juga dapat menikmati hiburan konser musik 32 hari nonstop menampilkan musisi dan penyanyi papan atas Indonesia. Juga ada panggung budaya yang menampilkan kesenian Betawi dan kesenian daerah-daerah lain di Indonesia. Bahkan ada juga pertunjukan budaya dari negara-negara lain seperti Russia, Togo, Taiwan, Kanada, dan lain-lain. “Ada furniture, peralatan rumah tangga, produk makanan olahan, hasil-hasil kerajinan, batik, fashion dan garment, komputer dan elektronik, otomotif mobil dan sepeda motor, alat-alat olah raga, herbal and medicine, dan lain-lain,” katanya. Jakarta Fair 2013 dibuka sejak 6 Juni silam dan akan berlangsung hingga 7 Juli mendatang yang dibuka pukul 15.30 pada hari biasa, dan pukul 10.00 pada akhir pekan. “Tiket masuk hari biasa seharga Rp 25 ribu, dan di akhir pekan Rp 30 ribu,” katanya. Ralph menjelaskan, tiket masuk Jakarta Fair dapat dipotong menjadi 8 sobekan. Tiket itu masing-masing dapat ditukarkan dengan aneka diskon di stand sponsor. Selain itu pengunjung juga berkesempatan memenangkan undian 30 unit sepeda motor dan 5 unit mobil. Stand yang memberi harga khusus bagi pemegang tiket masuk adalah produk makanan dan minuman Picazzo, produk minuman di stand Teh Botol Sosro, produk sepatu dan pakaian olah raga di stand League, Dunkin Donuts, Nu Green Tea, Big Cola, minuman energi M-150, kafe JJ-Royal, Alang Sari, dan Expo Resto. “Di stand-stand sponsor tersebut pengunjung akan potongan harga yang jika dikalkulasi jumlahnya akan berlipat ganda dari harga tiket yang dibayarkan,” tutur Ralph. @Rudi Editor: Agus Irawan | Sabtu, 15 Juni 2013 02:53 WIB Link : http://www.lensaindonesia.com/2013/06/15/asyik-pengunjung-jakarta-fair-mendapat-keuntungan-berlipat.html#r=tkait_thumb_bawah
LENSAINDONESIA.COM : Makanan tradisional Betawi seperti Kerak Telor, Toge Goreng dan Lontong Sayur menjadi daya tarik di ajang Jakarta Fair 2013 . Selama sepuluh hari pertama penyelenggaraan event pameran terbesar di Asia Tenggara ini, lapak-lapak kuliner khas Betawi ini ramai diserbu pembeli. Mereka membuka lapak di beberapa tempat, seperti di seputar Hall-E, di sebelah utara Hall-D, dan di hampir setiap sudut Gambir Expo Arena PRJ Kemayoran. Mereka selalu tampak ramai pembeli baik sore maupun malam hari. Seorang warga Joglo, Jakarta Barat, Ridho mengaku senang ke Jakarta Fair tahun ini. Ia menemui kuliner khas Betawi yang jarang ditemui di tempat-tempat lain.Salah satu ciri khas yang harus terus dilestarikan di Jakarta Fair adalah lapak pedagang kerak telor. “Kita berharap makanan tradisional ciri khas betawi ini agar terus dipertahankan, dan dilestarikan,” kata ridho kepada LICOM, Jumat (14/6/13). Sementara itu, Ridho berharap agar ajang pameran ini kedepannya lebih memberikan luang bagi pedagang makanan tradisional untuk mengenalkan lebih dalam tentang makanan khususnya makanan ciri khas Betawi.Bahkan bila perlu adanya khusus stand untuk penjual makanan tradisonal bukan hanya makanan ciri khas betawi tetapi juga makanan tradisonal lainnya.@Rudi Editor: Agus Irawan | Sabtu, 15 Juni 2013 02:01 WIB Link : http://www.lensaindonesia.com/2013/06/15/kerak-telor-dan-toge-goreng-jadi-daya-tarik-di-jakarta-fair.html#r=tkait_thumb_bawah
salah satu jenis batik bangka yang dipamerkan di Jakarta Fair 2013 LENSAINDONESIA.COM: Beraneka jenis dan corak kain batik dapat Anda temui di Jakarta Fair 2013 yang sedang berlangsung 32 hari di Arena PRJ Kemayoran dari tanggal 6 Juni – 7 Juli 2013. Para pengrajin batik dan para pengusaha kecil UKM dari seluruh penjuru tanah air memamerkan kain batik mereka di Jakarta Fair, dan menjualnya dengan harga khusus pameran. Hampir seluruh jenis batik yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia ada di Jakarta Fair ini. Ada Batik Bali, Batik Banyumas, Batik Madura, Batik Malang, Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Tasik, Batik Aceh, Batik Cirebon, Batik Bangka Belitung dan lain lain. Batik yang dipamerkan mulai dari batik tulis atau batik yang dihias dengan teksture dan corak batik dengan menggunakan tangan. Ada batik cap yakni batik yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga), dan ada batik lukis yakni batik yang dibuat dengan dengan cara langsung melukis pada kain putih. Coraknya juga beragam ada jenis batik sudagaran, batik cuwiri, batik petani, batik tambal, batik sida mukti, batik sekar jagad, batik pringgondani, batik kawung, batik sida luhur, batik sida asih, batik semen rama, dan lain-lain. Di Hall-B Arena PRJ Kemayoran terdapat stand Provinsi Bangka Belitung yang antara lain memamerkan kain tenun batik cual. Ada sembilan motif cual yang telah resmi dipatenkan, dan semuanya dapat dibeli di Stand Pemprov Bangka Belitung ini. “Ada motif kembang kenanga, bebek dan kembang sumping, ubur-ubur, merak, gajah mada 2003, kembang setangkai dan kembang rukem, bebek setaman, kembang rukem dan kembang setaman,” kata seorang penjaja batik Cual yang mengaku bernama Ria kepada LICOM, Rabu (19/6/2013). Ia menambahkan asih banyak juga motif yang lainnya dan masing-masing memiliki keunikan serta ciri tersendiri. Beda kain cual denan kain lainnya adalah pada warna-warna cerah, khas kain tradisional Melayu. Selain itu juga lebih lembut dan luwes, serta disertai motif flora atau fauna. Seperti halnya kain tenun yang lain, katanya, kain cual juga mempunyai seni dan cara tenun yang cukup rumit. Butuh waktu sekitar satu minggu untuk bisa menyelesaikan 1 produk kain cual ini, itu juga jika dikerjakan oleh tangan-tangan professional. Bahan dasarnya antara lain polyster, sutra, katun, serat kayu dan benang emas. Seperti biasa, pengerjaannya dilakukan oleh kaum wanita sambil mengisi waktu luang mereka. Diperkirakan kegiatan menenun cual telah ada sejak abad ke-18 di ujung barat, tepatnya di kota Muntok. Ria menjelaskan, cara pembuatan yang rumit serta bahan yang mahal ini menjadikan harga jual kain cual itu melambung tinggi. Bahkan diantara beberapa corak ada yang berasal dari emas 18 karat. Jadi jangan heran jika kain ini hanya dipakai oleh kaum bangsawan setempat, pada saat acara spesial seperti pakaian pengantin dan hari peringatan kebesaran lainnya. Jika ditilik secara lebih mendalam, kekhasan tenun Cual ini terletak pada susunan motifnya. Kita dapat melihat motif-motif kain Cual yang terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan, hewan, alam ataupun benda yang ada di lingkungan sekitar, antara lain pucuk rebung, butiran beras, ombak, bebek, ayam, naga, burung, dan bunga. Secara umum, motif pada tenun ikat Cual Muntok dibagi menjadi dua kategori, yaitu motif susunan bercorak penuh, yang dalam bahasa Bangka disebut dengan motif penganten bekecak, dan motif ruang kosong, yang dalam bahasa Bangka disebut dengan motif jande bekecak. Seperti jenis kain batik atau songket daerah lain yang menjadi kekayaan tradisi negeri ini, kain tenun Cual juga memiliki makna filosofi dalam setiap guratan motifnya. Tingkat kehalusan tenunan, kerumitan motif, dan padu padan warna yang menarik mengandung semacam simbol yang menggambarkan perjalanan religius penenunnya. @Rudi Editor: Anggi Tiar | Rabu, 19 Juni 2013 23:03 WIB Link : http://www.lensaindonesia.com/2013/06/19/mantapp-aneka-batik-dijual-di-jakarta-fair.html