Harga Tiket Masuk (HTM)

Senin - Kamis
Rp. 25.000

Jumat - Minggu
Rp. 30.000

Hari Libur
Rp. 30.000

Lansia > 60 tahun
GRATIS

Jam Buka

Senin - Kamis
15:30 - 22:00

Jumat
15:30 - 23:00

Sabtu, Minggu
10:00 - 23:00

Hari Libur
10:00 - 23:00

Minggu Ini
  • Solidaritas Orange
    19 Juni 2013

    Performance Tribute untuk Jak Mania, yang didukung dengan para Legend Persija, yaitu Bambang Pamungkas dan Leo Saputra, serta diadakan charity lelang baju bola dari Bambang Pamungkas.

  • Performance dari Nidji, Last Child, Sheryl, Friday
    19 Juni 2013

    Spesial performance dari Nidji, Last Child, Sheryl, Friday.

  • Betawi Square
    19 Juni 2013

    Menampilkan Te'yan Tunggal dan Silat Betawi.

Berita Terkini
  • Paguyuban kerak telor ingin hujatan PRJ Kemayoran berhenti
    18 Juni 2013

    Kerak Telor PRJ. ©2012 Merdeka.com/imam buhori Salah satu yang disoroti dalam Jakarta Fair di Kemayoran adalah keberadaan pedagang kerak telor. Makanan khas Betawi ini merupakan salah satu budaya yang dinilai amat penting untuk dipertahankan. Paguyuban pedagang kerak telor Betawi membantah tidak diakomodir saat digelarnya Jakarta Fair Kemayoran 2013. Selama 32 hari ini, sebanyak 240 pedagang kerak telor diberikan kesempatan untuk menjajakan dagangannya di area PRJ. "Tidak benar Jakarta Fair ini enggak mengakomodir para pedagang kecil atau pedagang kerak telor. Buktinya kami para pedagang kerak telor yang asli Betawi banyak diakomodir oleh penyelenggara Jakarta Fair ini," kata Koordinator Paguyuban Pedagang Kerak Telor Betawi, Mpok Yani, Jakarta, Selasa (18/6). Menurutnya, kalau ada yang bilang Jakarta Fair tidak memberikan ruang berdagang bagi pedagang kerak telor, bisa dipastikan itu omong kosong. "Coba mas-nya lihat sendiri, di dalam arena sini banyak kan pedagang kerak telor, mereka ini yang benar-benar asli Betawi, bukan pedagang musiman dari luar daerah. Tahun ini jumlah pedagang yang diakomodir di dalam arena Jakarta Fair bertambah banyak, tahun lalu hanya 155 pedagang, tapi tahun ini ada 240 pedagang," papar Mpok Yani. Oleh karena itu, pihaknya mewakili pedagang-pedagang kerak telor lainnya berterimakasih kepada PT JIExpo selaku penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran. Terlebih, pedagang kerak telor yang berjualan di dalam arena Jakarta Fair adalah para pedagang kerak telor asli Betawi, dan kebanyakan masih ada hubungan dengan keturunan Engkong Keling, tokoh Betawi Mampang sang penemu Kerak Telor. "Kami punya paguyuban pedagang kerak telor di Jakarta. Kami adalah pedagang kerak telor Betawi yang asli, yang sehari-harinya memang berdagang kerak telor, karena kami yang menuruni warisan para leluhur dalam melestarikan makanan khas ini," jelas Mpok Yani. "Harusnya Panitia Jakarta Fair diberi penghargaan karena sudah ikut melestarikan budaya khas Betawi, bukannya malah dihujat sana-sini. Enggak usah lah, persaingan bisnis enggak usah pakai hujat-hujatan, karena nanti yang jadi korban biasanya para pedagang kecil seperti kami-kami ini," tandasnya. Reporter : Muhammad Sholeh | Selasa, 18 Juni 2013 21:08:00 Link : http://www.merdeka.com/jakarta/paguyuban-kerak-telor-ingin-hujatan-prj-kemayoran-berhenti.html

  • Pedagang Kerak Telor Bantah Tak Diakomodir di Jakarta Fair
    18 Juni 2013

    Jakarta Fair 2013 (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Paguyuban pedagang kerak telor Betawi membantah jika tidak diakomodir dalam pergelaran Jakarta Fair Kemayoran 2013. Sebanyak 240 pedagang makanan khas Betawi ini diberikan kesempatan pengelola untuk berdagang di dalam Arena PRJ Kemayoran. "Tidak benar Jakarta Fair ini nggak mengakomodir para pedagang kecil atau pedagang kerak telor. Buktinya kami para pedagang kerak telor yang asli Betawi banyak diakomodir oleh penyelenggara Jakarta Fair ini," kata koordinator paguyuban pedagang kerak telor Betawi, Mpok Yani, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/6/2013). Kata Mpok Yani, semua pedagang kerak telor mudah ditemui di dalam arena Jakarta Fair Kemayoran. “Coba mas-nya lihat sendiri, di dalam arena sini banyak kan pedagang kerak telor, mereka ini yang benar-benar asli Betawi, bukan pedagang musiman dari luar daerah,” katanya. Semua pedagang kerak telor berterimakasih kepada PT JIExpo selaku penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran. Sebab mereka diberikan tempat berdagang di dalam arena dan sekaligus diberi kesempatan melestarikan makanan tradisional Betawi. "Tahun ini jumlah pedagang yang diakomodir di dalam arena Jakarta Fair bertambah banyak, tahun lalu hanya 155 pedagang, tapi tahun ini ada 240 pedagang," imbuhnya. Semua pedagang kerak telor di dalam arena Jakarta Fair kata Mpok Yani, merupakan pedagang kerak telor asli Betawi. Kebanyakan mereka masih ada hubungan dengan keturunan Ngkong Keling, tokoh Betawi, Mampang sang penemu kerak telor. "Kami punya paguyuban pedagang kerak telor di jakarta. Kami adalah pedagang kerak telor Betawi yang asli, yang sehari-harinya memang berdagang kerak telor, karena kami yang menuruni warisan para leluhur dalam melestarikan makanan khas ini," jelasnya. Para pedagang kerak telor yang ada di dalam Jakarta Fair ini bukanlah pedagang kerak telor musiman. Bukan juga pedagang kerak telor yang menyerbu Jakarta hanya ketika ada even besar seperti Jakarta Fair ini saja. Menurutnya, panitia Jakarta Fair dapat memberikan penghargaan karena mereka sudah ikut melestarikan budaya khas Betawi Fahmi Firdaus | Selasa, 18 Juni 2013 18:38 wib Judul Asli : Pedagang Kerak Telor Betawi Bantah Tak Diakomodir di Jakarta Fair Link : http://jakarta.okezone.com/read/2013/06/18/500/823935/pedagang-kerak-telor-betawi-bantah-tak-diakomodir-di-jakarta-fair

  • Dituding Tarik Bayaran dari PKL Oleh Jokowi
    13 Juni 2013

    Jakarta - "Coba dilihat, coba dirasakan, sudah nggak boleh masuk (PRJ) masih disuruh bayar." Pernyataan ini terlontar dari Gubernur DKI Jokowi saat memborong kerak telor dari para pedagang kaki lima yang berjualan di luar kompleks PRJ awal pekan ini. Sang peracik kerak telor, Sobari, mengaku harus membayar Rp 400 ribu per bulan ke pengelola PRJ Kemayoran supaya bisa berjualan di situ. Panitia PRJ terang-terangan membantah pernyataan Jokowi dan pedagang kerak telor Sobari. Menurut mereka, pedagang kerak telor di luar arena pameran bukan tanggung jawab pengelola Jakarta Fair. "Kami hanya menjalin komunikasi agar dalam mematok harga jangan sampai mencekik leher konsumen karena hal itu akan memperburuk citra Kemayoran sebagai kawasan yang aman dan ramah pengunjung," kata Direktur Marketing PT Jakarta Internationa Expo, Ralph Scheunemann, dalam rilis yang diterimadetikcom, Kamis (13/6/2013). Ralph mengaku, Panitia PRJ tidak tahu menahu apakah para pedagang kaki lima dan tukang kerak telor ini diminta membayar biaya tertentu atau tidak, karena hal itu berada di luar kewenangan PT JIExpo. Panitia PRJ hanya bertanggung jawab pada peserta pameran dan para pedagang di dalam arena pameran saja. "Para pedagang di luar Arena PRJ ini mungkin diatur oleh otorita setempat. Jadi kalau ada yang bilang mereka diminta membayar sewa atau apa ya jangan ditanyakan ke Panitia, karena kita tidak ada hubungan apa-apa dengan kita," kata Ralph. Menurut Ralph, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengontrol kawasan Kemayoran di luar pagar PT JIExpo. Hal itu menjadi tanggung jawab otorita . Gagah Wijoseno - detikNews | Kamis, 13/06/2013 14:53 WIB Link : http://news.detik.com/read/2013/06/13/145350/2272561/10/dituding-tarik-bayaran-dari-pkl-oleh-jokowi-ini-jawaban-panitia-prj