Harga Tiket Masuk (HTM)

Senin - Kamis
Rp. 25.000

Jumat - Minggu
Rp. 30.000

Hari Libur
Rp. 30.000

Lansia > 60 tahun
GRATIS

Jam Buka

Senin - Kamis
15:30 - 22:00

Jumat
15:30 - 23:00

Sabtu, Minggu
10:00 - 23:00

Hari Libur
10:00 - 23:00

Minggu Ini
Berita Terkini
  • Jakarta Fair Undang 8.000 Anak Yatim Piatu dan Anak Jalanan
    26 Juli 2013

    Panitia Jakarta Fair rencananya akan mengundang lebih 8.000 anak yatim dari 120 panti asuhan se Jabodetabek, untuk bersenang-senang menikmati aneka hiburan dan jajanan di arena PRJ Kemayoran selama berlangsungnya Jakarta Fair 2013 dari tanggal 6 Juni sampai 7 Juli mendatang. Diantara mereka terdapat 480 anak cacat dan berkebutuhan khusus, serta sedikitnya 500 anak jalanan, pengemis anak-anak, dan pengamen anak-anak. Dijelaskan oleh Vice Presiden Marketing PT. Jakarta International Expo, Ralph Scheunemannn, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk berbagi kasih dan kebahagiaan dengan mereka yang lebih membutuhkan. “Tahun ini kita mengundang sekitar 500 anak jalanan, pengamen anak-anak, dan pengemis anak-anak. Mereka adalah juga generasi bangsa yang memiliki hak untuk bersenang-senang bersama para pengunjung Jakarta Fair yang lain,” kata Ralph kepada wartawan di Jakarta, Selasa 14/5. Jakarta Fair adalah event pameran multi-produk dan ajang aneka hiburan terbesar se-Asia Tenggara yang diselenggarakan PT. Jakarta International Expo milik pengusaha Siti Hartati Murdaya, bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Event ini akan berlangsung selama 32 hari mulai 6 Juni depan, diikuti oleh lebih 2.500 perusahaan dengan jumlah pengunjung diperkirakan lebih 4 juta orang. Dijelaskan oleh Ralph Scheunemann, sejak penyelenggaraan Jakarta Fair dilaksanakan oleh PT. Jakarta International Expo, pihak panitia selalu berusaha berbagi kesenangan dengan mereka yang membutuhkan, sehingga kegiatan mengundang anak yatim dan anak jalanan telah menjadi acara rutin setiap tahunnya. Tahun ini pihaknya juga menyelenggarakan hari khusus anak cacat dan berkebutuhan khusus, baik cacat keterbelakangan mental maupun cacat fisik. Rencananya pada 27 Juni depan, panitia akan mengundang 480 anak penyandang cacat dan berkebutuhan khusus dari empat panti, yaitu Yayasan Makna Bhakti, YPAC, Yayasan Belaian Kasih, dan Yayasan YPLB Nusantara. “Mereka juga akan didampingi oleh badut-badut yang khusus ditugaskan untuk menghibur anak-anak ini. Ia berharap aneka jajanan dan aneka hiburan di Jakarta Fair dapat sedikit memberikan keceriaan di tengah hidup yang serba sulit,” katanya. Ralph menjelaskan, PT. Jakarta International Expo selaku penyelenggara Jakarta Fair tahun ini akan mengundang lebih 8.000 anak dari 120 panti asuhan se-Jabodetabek, yang akan dibagi dalam 10 hari kunjungan yang berbeda. Mereka akan diajak berkeliling menikmati arena Jakarta Fair seluas 44 hektare yang dipenuhi berbagai wahana hiburan dan jajanan khas. Dikatakan, jumlah anak yatim yang diundang ke Jakarta Fair setiap tahun terus bertambah banyak. Tahun 2010 pihaknya mengundang 5.000 anak yatim dari 55 panti asuhan, tahun 2011 mengundang lebih 6.500 anak yatim dari 67 panti asuhan, dan tahun 2012 mengundang lebih 7.500 anak dari 73 panti asuhan. “Kita berharap tahun ini 8.000 anak yatim, anak cacat, dan anak jalanan dapat benar-benar menikmati suasana Jakarta Fair. Kita berharap mereka dapat bersenang-senang disini,” kata Ralph.**

  • Lima Merk HP Paling Diburu di Jakarta Fair
    05 Juli 2013

    Tiga hari menjelang penutupan Jakarta Fair 2013, sejumlah pengunjung Jakarta Fair 2013 melakukan aksi borong handphone murah, terutama hanphone buatan China. Pasalnya, harga handphone tersebut jauh lebih murah dibanding harga pasaran. Ada beberapa merk handphone China yang dipasarkan di Jakarta Fair Kemayoran 2013, diantaranya Huawei, Nexian, Pixcom hingga SPC. Tapi yang paling diburu oleh pengunjung ternyata tidak lebih dari lima merk saja. Yakni Ti Phone, Nokia, Venera, Nexian dan Huwae Penjaga stand Telkomsel yang menjual berbagai handphone China menyebutkan, tidak sedikit pengunjung yang melakukan aksi borong. Diperkirakan mereka hendak menjualnya kembali di luar, karena selisih harganya memang jauh lebih burah. Disebutkan tak tanggung tanggung sekali datang dia memborong sebanyak 150 unit telpon genggam dari beragam merek tersebut. “Ada pengunjung yang sudah datang ke stand ini beberapa kali. Awalnya dia liat liat saja. Baru kemarin dia langsung melakukan aksi borong handphone, saya hitung hitung, ini perkiraan saya, sekitar 150 unit,” ujar Binu yang menjaga stand Telkomsel. Namun, aksi borong itu,tidak terjadi setiap hari. Selama Jakarta Fair berlangsung hanya dua tiga kali. Ini juga diakui Binu maupun Ina yang menjaga stand Ti Phone. “Gak sering juga pak, dua tiga kali adalah. Mereka borong yang harganya 200 ribu ke bawah,” ujar Ina. Lantas, hand phone, jenis apa saja yang menjadi buruan para pengunjung? Setidaknya ada lima jenis telpon genggam yang diburu pengunjung Jakarta Fair 2013 lantaran harganya yang Rp 100 ribuan. Ke lima jenis Hp itu adalah Ti Phone T11, Nokia 109, Venera aktif 815, Nexian G 169 dan Huwae 6100. Namun, pengunjung jangan kecewa jika misalnya ke lima barang tersebut sudah habis mengingat peminatnya cukup banyak. “Makanya kalau ingin dapat, cepetan datang ke Jakarta Fair. Ini persediannya tinggal dikit, ” imbuh Ina. Diakui Ina, diantara kelima jenis telpon genggam tersebut, yang paling diobral adalah Huwae. Pasalnya pada hari biasa harganya sekitar Rp 200 ribuan, namun kali ini dilepas dengan harga Rp 95 ribu. Tetapi, tidak semua merek, barangnya bersedia diborong. Salah satunya merek Advan. Mereka tidak bersedia karena alasan pemerataan. Katanya, jika semua merk hanya diborong oleh satu orang, itu namamya tidak fair. “Kita disini ingin memberikan kesenangan terhadap semua pengunjung. Makanya, kalau ada satu orang yang membeli lebih dari dua unit tidak kami berikan. Bukan apa apa, biar semuanya kebagian,” kata Didi yang menjaga stand Advan.** Media Center Jakarta Fair

  • Perang Diskon Furniture
    05 Juli 2013

    Jakarta Fair 2013 akan ditutup dua hari lagi, tepatnya ditutup Minggu 7 Juli lusa.. Sejumlah stand furniture pun menawarkan aneka hadiah menarik dan perang diskon serta harga ‘khusus’ bagi pengunjung Jakarta Fair. Dari beberapa stand yang memberikan harga ‘khusus’ menjelang hari terakhir itu adalah stand furniture, antara lain Spring Ville, Olympic, Active furniture, Dreamn Line dan Albtaros. Mereka memberikan harga ‘khusus’, atau harga di bawah harga pasaran. Selisihnya dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, di stand Spring Ville, harganya bisa ‘dihajar’ sampai pada batas limit tertentu. Selain itu, barang barang yang sudah dibeli bisa diantar kemana saja ke seluruh wilayah Indonesia. “Mungkin ini yang membedakan kami dengan yang lainnya. Selama rumah pengunjung itu masih bisa dilewati kendaraan, maka kemanapun termasuk ke Papua sekalipun akan kami antar,” ujar Empie, selaku Manajer Marketing. Dijelaskan Empie, beberapa hari menjelang penutupan ini, harga barang barangnya terutama springbed merk Spring Ville diobral, atau dalam istilah mereka harga “Hajar”. Misalnya springbed jenis ‘4 in’ semi latex ukuran 120x200 cm yang biasanya dijual dengan harga Rp 3.865.000, tiga hari menjelang penutupan akan diturunkan. “Mungkin akan saya jual Rp 3 jutaan. Itu harga modal,” paparnya. Kemudian springbed lain, ukuran 160x 200 cm diobral Rp 1 jutaan dan diantar sampai tujuan. Di Stand Olympic juga tidak mau kalah. Lemari dua pintu yang pada hari biasa dijual dengan harga Rp 2.099.000, tiga hari menjelang penutupan dibandrol dengan harga Rp 1.466.000. Kemudian lemari buku yang pada hari biasa dijual Rp 1.915.000, saat ini dilepas dengan harga Rp 1.340.000. Sen Furniture juga demikian. Beberapa koleksi furniturenya, seperti gazebo dan lemari juga dikorting khusus. Rumah gazebo ukuran 2x2 meter yang terbuat dari kayu kelapa dan jati, dari harga 13 jutaan menjadi Rp 10.500.000. Sedangkan lemari dua pintu, lebar 2 meter yang biasanya dijual Rp 7,6 juta menjadi Rp 6,1 juta, dan tempat ayunan dari harga Rp 3,8 juta menjadi Rp 3,5 juta. Di stand Active Furniture juga memberikan harga ‘khusus’ terhadap pengunjung Jakarta Fair 2013 ini. Apalagi, produk furniture mereka masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya. “Bagi warga disini mungkin kami belum begitu dikenal. Makanya di pameran ini harga yang kami tawarkan masih bisa terjangkau saku,” kata Ndang selaku Marketing Officer Active furniture. Dia memberikan contoh, kitchen selebar 4 meter dan tinggi 2 meter, hanya dijual Rp 4 jutaan. Padahal kalau hari biasa diatas Rp 5 jutaan. Meja makan juga demikian, jika hari biasa dijual Rp 2,5 juta, kali ini dijual Rp 1,9 juta lebih. Albatros tak mau ketinggalan dengan stand lainnya. Untuk sebuah bedroom set yang disebut “The broadways series”, pada hari biasa harganya 28.980.000, kali ini dijual Rp 18.299.000. Media Center Jakarta Fair Judul Asli : Perang Diskon Furniture Jelang Penutupan Jakarta Fair